Pilih Laman

Beralih ke Pembalut Kain, Kelestarian Alam Terjamin

13 Jan, 2021

Halo kawan #GengBeda, wah sudah 2021 nih. Selamat tahun baru ya semuanya. Kira-kira sudah bikin resolusi tahun ini belum? Kalau Sesa, sudah bikin beberapa daftar resolusi tahun ini. Salah satu resolusi Sesa tahun ini adalah ingin mengurangi jumlah sampah dalam produk yang Sesa pakai. Ceritanya Sesa mau belajar mencintai lingkungan nih, seperti Greta Thunberg.

Nah, ada banyak perilaku yang Sesa ubah untuk bisa mewujudkan resolusi Sesa itu. Salah satunya adalah dengan mengubah kebiasaan Sesa ketika menstruasi. Lho, kok malah jadi kebiasaan saat menstruasi yang diubah? Wah, sepertinya belum banyak yang sadar ya kalau kebiasaan perempuan saat menstruasi bisa menimbulkan bahaya untuk keberlanjutan lingkungan hidup lho.

Dari hasil baca-baca iseng Sesa nih, ternyata pembalut menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar. Bayangkan, di Indonesia sendiri ada 26 ton sampah pembalut setiap harinya. Jumlah sampah sebanyak itu akan berdampak pada kerusakan alam dan lingkungan Pembalut yang berada di tempat pembuangan akhir (TPA) akan mengeluarkan gas metana. Gas metana inilah yang bisa menyebabkan kenaikan temperatur di permukaan bumi. Selain itu, gas metana punya efek pemanasan global yang jauh lebih besar dari karbon dioksida.

Tidak hanya itu, pembalut juga sulit terurai di dalam tanah. Butuh waktu hingga ratusan tahun untuk pembalut tersebut dapat terurai. Kandungan pemutih di dalam pembalut juga bisa mencemari tanah serta air di sekitarnya. Kandungan mikroplastik yang ada di dalam pembalut sekali pakai juga bisa membahayakan ekosistem dan biota laut.

Sejak tahu hal itu, Sesa jadi berpikir dua kali saat ingin menggunakan pembalut sekali pakai. Sesa tidak mau kalau sampai ikut menjadi penyumbang kerusakan alam dan lingkungan. Makanya Sesa mulai mencari alternatif lain yang bisa Sesa gunakan untuk menampung darah menstruasi Sesa setiap bulannya. Setidaknya ada dua alternatif pembalut sekali pakai, yaitu dengan menggunakan menstrual cup atau bisa juga menggunakan reusable pad. Nah, untuk menstrual cup sudah pernah dibahas oleh Sesa dan Kak Becca tahun lalu. Pembahasan itu bisa disimak di instagram @bedaitubiasa ya pada video spesial Hari Kesehatan Seksual Sedunia.

Rencananya Sesa ingin beralih menggunakan reusable pad. Eits, tapi bukan sembarang reusable pad yang dipilih ya. Pilih reuseable pad yang berbahan utama kain. Awalnya Sesa sempat ragu, masa iya kain sanggup menampung darah menstruasi setiap bulannya? Sesa iseng deh cari tahu, ternyata kain yang dipakai itu tergolong microfleece dan microfiber yang mampu menyerap darah menstruasi.Tenang saja, meskipun berasal dari kain, tapi pembalut ini aman dan gak bikin bocor.

Hal lain yang membuat Sesa tertarik untuk mengganti reusable pad kain ini karena ketersediaan berbagai varian mulai dari pantyliner, day, dan night. Jadi, Sesa tidak perlu khawatir soal kebutuhan pembalut saat menstruasi nanti. Untuk siklus pergantian pembalutnya sebetulnya tidak jauh berbeda dengan pembalut sekali pakai. Sebaiknya sih setiap 4-6 jam, kita perlu menggantinya. Apalagi kalau kita masih menstruasi di hari pertama atau kedua, kita perlu menggantinya lebih sering.

Terakhir, Sesa juga baru tahu kalau perawatan pembalut kain ini sebetulnya gak terlalu sulit. Cara mencuci dan menjemurnya mirip seperti kita mencuci pakaian. Hanya saja kita perlu menggunakan air dingin yang mengalir, kemudian kita bisa menggosok noda darah dengan lerak (deterjen kain ramah lingkungan), lalu rendam pembalut kain di dalam air berisi lerak selama 3 jam dan bilas dengan air dingin. Nah, saat ingin menjemurnya kita cukup peras pembalut kain dengan cara meremasnya dan menjemurnya di bawah sinar matahari hingga kering.

Untuk persiapan menuju resolusi itu, Sesa sudah survei beberapa pembalut kain hihi. Ternyata motifnya lucu dan menggemaskan, Sesa jadi beli banyak deh untuk koleksi. Ayo, jangan mau kalah sama Sesa. Kita sama-sama menyelamatkan alam dan lingkungan dengan mengganti pembalut sekali pakai dengan pembalut kain.

 

Sumber:

https://nationalgeographic.grid.id/read/131817950/pembalut-sekali-pakai-penyumbang-sampah-yang-juga-berdampak-buruk-bagi-lingkungan

https://sustaination.id/menstrual-pads/

https://sustaination.id/stop-menggunakan-pembalut-sekali-pakai/

 

Penulis: Rahayu

 

Beranda / Cerita Sesa / Beralih ke Pembalut Kain, Kelestarian Alam Terjamin

Artikel Lainnya

KB Kalender, Emang Bisa?

KB Kalender, Emang Bisa?

Di masa PSBB jilid 2 ini kalian pada ngapain aja nih di rumah? Ada yang samaan ga nih keracunan konten TikTok kayak Sesa? Nah tapi Sesa lagi terganggu dengan salah konten yang...

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share This
Skip to content