Pilih Laman

Beneran Manusia yang Merusak Lingkungan?

25 Sep, 2020

Assalamualaikum, Ukhti dan Akhi…

 

Menjelang akhir pekan, aku akan tetap produktif loh. Semoga Ukthi dan Akhi sekalian juga ya. Mau tahu gak apa yang aku rencanakan? Aku bersama kawan-kawan di BEM akan mengadakan nonton bareng bersama via virtual, hehe maksudnya via online juga. Setelah berdiskusi yang cukup alot tapi santai, kami memutuskan untuk nonton film-film pendek dokumenter karya anak bangsa. Ceileehh… Karya anak Indonesia gitu. Film-filmnya tentang isu lahan yang ada di Indonesia. Topik ini menjadi pilihan karena kemarin banget Indonesia memperingati Hari Tani Nasional. Wah… selamat dan terus berjuang untuk warga yang memperjuangkan lahannya dari penggusuran atau perampasan karena keuntungan sejumlah pihak! 

 

Tentu saja kami mengkaji permasalahan isu lahan sebelum memutuskan topik tersebut. Kami melihat kembali permasalahan lahan yang ada di Indonesia. Kami membaca ulang untuk menjadi pengingat bersama kalo lahan rakyat ya milik rakyat. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) mencermati beberapa kasus konflik lahan yang gak tuntas di tahun-tahun kemarin. Widih!  Salah satunya, mungkin Ukhti dan Akhi pernah liat info berseliweran di media tentang sengketa lahan Taman Nasional Baluran, Situbondo di Jawa Timur. Areanya seluas 25.000 hektar dengan berbagai satwa dan tumbuhan hidup. Di sana ada 500 keluarga dan 1.450 jiwa mendiami 363 hektar lahan sebagai petani, peternak sapi, pekebun, dan nelayan. Pada tahun 2014, taman tersebut terancam keberadaannya karena akan dibangun pabrik pengolahan nikel oleh PT. Situbondo Metallindo. 

 

Itu di daerah Jawa ya. Belum lagi di daerah-daerah lainnya. Pasti Ukhti dan Akhi selalu merasakan atau melihat berita-berita tentang kebakaran hutan. Gak mungkin dong hutan bisa kebakar sendiri? Setiap tahunnya selalu terjadi dan gak sedikit nyawa yang melayang karena pembakaran hutan. Ada 1.162 pengaduan kasus yang dilaporkan ke Komnas HAM, 269 kasus atau 23,14% berhubungan dengan konflik lahan. Ditambah lagi, tercatat 196 kasus konflik agraria di Indonesia yang ditangani oleh Komnas HAM dalam kurun tahun 2018-April 2019 yang besar-besaran terjadi di 29 provinsi. Ajegileee.. Nah, mungkin kalo mau tahu banyak lagi tentang konflik lahan di Indonesia, bisa melipir ke mongabay.co.id, di sana juga menjadi salah satu sumber aku dan teman-teman BEM melihat kembali kondisi agraria di Indonesia.  

 

Eh, aku jadi inget aksi #ReformasiDikorupsi tepat di September tahun lalu. Banyak pemudi-pemuda yang menyuarakan tentang hak lahan warga. Hal itu dikarenakan RUU Pertanahan yang batal disahkan pada persidangan terakhir DPR RI periode 2014-2019. Bayangkan sedihnya…. PHP lagi… Salah satu alasan RUU Pertanahan batal disahkan karena, katanya isi dari RUU tersebut masih sebatas penataan aset dan akses sehingga menyempitkan reforma agraria. Menurut informasi dari mongabay.co.id lagi kalo reforma agraria itu gak sekadar penataan aset dan akses saja, tetapi juga menyoal penataan ulang penguasaan lahan yang timpang. Huft.

 

Nah, itulah kenapa kami memutuskan untuk nonton bersama via virtual dengan topik lahan. Apa aja sih film-film yang akan kami tonton? Kamu juga bisa tonton loh di rumah bersama keluarga atau via virtual bersama geng kesayangan! Berikut kita #KupasTuntas, yuk!

 

Film ini membahas tentang komoditas sawit dan dampaknya terhadap lingkungan di area Kalimantan dan Sumatera. Dalam film ini menceritakan tentang komoditas minyak sawit yang menjadi kebutuhan dagang nasional. Namun, industri kelapa sawit ini juga memberikan dampak kebakaran hutan yang menyebabkan bencana asap. Inget gak waktu bencana 2015? Nah, nonton ini, bisa mengingatkanmu akan bencana itu!

 

Film dokumenter ini juga karya dari Watchdoc. Film ini menceritakan bagaimana perlawanan warga yang menganut ajaran Samin terhadap pabrik semen terbesar di negeri ini a.k.a Semen Gresik, serta grup Indocement. Warga Samin yang hidup di sepanjang pegunungan Karst, Kendeng, Jawa Tengah itu aktif melakukan pertemuan-pertemuan malam. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk berdiskusi dan berharap bersama agar tanah mereka gak menjadi korban dari mega proyek perusahaan semen raksasa. 

 

Nah, kalo film dokumenter ini menceritakan tentang warga di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah. Warga di sana tengah gelisah dengan kerusakan lingkungan yang terjadi. Di sana ada sekelompok pemuda yang tergabung dalam grup musik punk bernama Kendeng Squad. Grup musik ini menyuarakan kegelisahan melalui lagu-lagu punk. Saat ini film Ibu Bumi dapat ditonton di Viddsee.com! 

 

  • Semesta karya Tanakhir Films

Ukhti dan Akhi, film dokumenter ini menceritakan tentang pegiat lingkungan yang berasal dari Bali, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Aceh, Papua Barat, Yogyakarta, dan Jakarta berupaya memperlambat dampak perubahan iklim. Mereka merawat alam dengan dorongan kepercayaan, agama, dan budaya setempat. Mesti banget nih ditonton. Jamaah Netflix jangan sampe ketinggalan!

 

Nah, itulah film-film pendek dokumenter yang akan aku bersama Ukhti dan Akhi dari BEM akan tonton bersama. Ini salah satu upaya merawat kewarasan di tengah pandemi dan tetep produktif. Semoga kita semua terhindar dari perbuatan zalim terhadap lingkungan ya! 

 

“Dan mereka berusaha menimbulkan kerusakan di bumi. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” QS. Al-Maidah ayat 64

 

 

 

Sumber:

Beranda / Cerita Ibnu / Beneran Manusia yang Merusak Lingkungan?

Artikel Lainnya

Potret Kebebasan Pers di RKUHP

Assalamualaikum ukhti dan akhi, Bertemu lagi dengan Ibnu pada perayaan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh pada hari ini, 3 Mei 2021. Pada kesempatan ini, izinkan Ibnu...

Pahlawan di 2020 Versi Ibnu

Pahlawan di 2020 Versi Ibnu

Assalamualaikum ukhti dan akhi,  Tepat di hari ini, 10 November 2020 kita semua merayakan Hari Pahlawan. Kalau kita mundur ke tahun 1945, pada hari ini di Kota Surabaya sedang...

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share This
Skip to content